jump to navigation

reaktor biogas skala rumah tangga September 20, 2008

Posted by witart in deptan.
Tags: , ,
trackback

Reaktor Biogas Skala Rumah Tangga (versi tim Deptan)

SPESIFIKASI TEKNIS

1. Volume reaktor (plastik) : 4.000 liter
2. Vol penampung gas (plastik) : 2.500 liter
3. Kompor Biogas : 1 buah
4. Drum pengaduk bahan : 1 buah
5. Pengaman gas : 1 buah
6. Selang saluran gas : + 10 m
7. Kebutuhan bahan baku : kotoran ternak dari 2-3 ekor sapi/ kerbau, atau 6 ekor babi.
8. Biogas yang dihasilkan : 4 m3 per hari (setara dengan 2,5 liter minyak tanah).


Gambar Instalasi Reaktor Biogas Skala Rumah Tangga

PERSIAPAN PEMASANGAN REAKTOR BIOGAS

  1. Pembuatan lubang reaktor, panjang = 4 m, lebar = 1,1 m, dalam = 1,2 m.
  2. Pembuatan meja tabung plastik penampung gas : (diameter 1,2 m) panjang = 3 m, lebar =1,2m
  3. Kotoran sapi (fases) awal sebanyak 100 karung kantong semen atau karung seukurannya (100 kantong semen = 2000 lt). Persiapan awal ini untuk mempercepat produksi gas yang siap untuk digunakan (dinyalakan).
  4. Drum untuk tempat pencampuran kotoran (fases) dengan air (1:1) ; 1 buah (200 liter)
  5. Karung untuk tempat sisa kotoran dari proses produksi biogas
  6. Kayu atau bambu untuk pagar, supaya reaktor aman dari gangguan ternak atau lainnya.
  7. Terpal dan bahan lainnya untuk atap reaktor supaya terhindar dari hujan atau material yang jatuh dari atas.
CARA PENGOPERASIAN REAKTOR BIOGAS SKALA RUMAH TANGGA

  1. Buat campuran kotoran ternak dan air dengan perbandingan 1 : 1 (bahan biogas)
  2. Masukkan bahan biogas ke dalam reaktor melalui tempat pengisian sebanyak 2000 liter, selanjutnya akan berlangsung proses produksi biogas di dalam reaktor.
  3. Setelah kurang lebih 10 hari reaktor biogas dan penampung biogas akan terlihat mengembung dan mengeras karena adanya biogas yang dihasilkan. Biogas sudah dapat digunakan sebagai bahan bakar, kompor biogas dapat dioperasikan.
  4. Sekali-sekali reaktor biogas digoyangkan supaya terjadi penguraian yang sempurna dan gas yang terbentuk di bagian bawah naik ke atas, lakukan juga pada setiap pengisian reaktor.
  5. Pengisian bahan biogas selanjutnya dapat dilakukan setiap hari, yaitu sebanyak + 40 liter setiap pagi dan sore hari. Sisa pengolahan bahan biogas berupa sludge (lumpur) secara otomatis akan keluar dari reaktor setiap kali dilakukan pengisian bahan biogas. Sisa hasil pengolahan bahan biogas tersebut dapat digunakan langsung sebagai pupuk organik, baik dalam keadaan basah maupun kering.
CARA PENGOPERASIAN KOMPOR BIOGAS

  1. Buka sedikit kran gas yang ada pada kompor (memutar ke sebelah kiri)
  2. Nyalakan korek api dan sulut tepat diatas tungku kompor.
  3. Apabila menginginkan api yang lebih besar, kran gas dapat dibuka lebih besar lagi, demikian pula sebaliknya. Api dapat disetel sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita.
PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN REAKTOR BIOGAS

  1. Hindarkan reaktor dari gangguan anak-anak, tangan jahil, ataupun dari ternak yang dapat merusak reaktor dengan cara memagar dan memberi atap supaya air tidak dapat masuk ke dalam galian reaktor.
  2. Isilah selalu pengaman gas dengan air sampai penuh. Jangan biarkan sampai kosong karena gas yang dihasilkan akan terbuang melalui pengaman gas.
  3. Apabila reaktor tampak mengencang karena adanya gas tetapi gas tidak mengisi penampung gas, maka luruskan selang dari pengaman gas sampai reaktor, karena uap air yang ada di dalam selang dapat menghambat gas mengalir ke penampung gas. Lakukan hal tersebut sebagai pengecekan rutin.
  4. Cegah air masuk ke dalam reaktor dengan menutup tempat pengisian disaat tidak ada pengisian reaktor.
  5. Berikan pemberat di atas penampung gas (misalnya dengan karung-karung bekas) supaya mendapatkan tekanan di saat pemakaian.
  6. Bersihkan kompor dari kotoran saat memasak ataupun minyak yang menempel.
Keunggulan Reaktor Biogas Skala Rumah Tangga

  • Konstruksi sederhana, mudah dan cepat pemasangannya (tidak sampai 1 hari).
  • Harga terjangkau, sekitar Rp 2,5 juta sudah termasuk pemasangan dan satu unit kompor biogas.
  • Awet, menggunakan material plastik khusus sehingga tahan hingga 6 tahun.
  • Mudah dalam perawatan dan penggunaan.
  • Produksi gas setara dengan 2,5 liter minyak tanah/hari, lebih dari cukup untuk dijadikan bahan bakar memasak.
  • Menghasilkan kompos (pupuk organik) yang sangat bagus kualitasnya dan dapat langsung digunakan pada lahan/usaha budidaya pertanian.
TIM PENYUSUN

Pengarah :
• Prof. Dr. Ir. Djoko Said Damardjati, MS
( Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian )

Editor :
• Dr. Ir. Nyoman Oka Tridjaja, M.Appl, Sc
(Direktur Pengolahan Hasil Pertanian-Ditjen PPHP)

Penulis :
• Jamil Musanif (Ditjen PPHP Deptan)
• Wildan A. Ardisasmita (PT. Mulya Tiara Nusa)
• David Manariur Nababan (PT. Mulya Tiara Nusa)

sumber :
Dit.Pengolahan Hasil Pertanian,Ditjen PPHP – Deptan
lengkapnya ada di dokumen : bk ok.pdf

sumber lain:
o. Simon Knowles, The Design and Theory of a Basic Anaerobic Digester
— dokumen : skproj.pdf
o. http://www.adelaide.edu.au/biogas/poly_digester/sizing.html
— dokumen : images.pdf

About these ads

Komentar»

1. inun - Oktober 28, 2008

salam kenal
saya inun surabaya, apakah bpk yang terhormat bisa memberikan saya pengarahan tentang pembuatan biogas sendiri tanpa membeli, dan bagimana bila yang digunakan adalah kotoran ayam apa apakah hasilnya bisa maksimal/bagus tuk digunakan…

Salam kenal kembali…

he.. he.. pendidikan gratis…. seperti usulan para caleg atau calon kepala daerah…. Saya mah, usul agar gaji kepala daerah gratis, demikian juga gaji para caleg yang mengusulkan itu. Atau para caleg atau calon kepala daerah itu diminta jadi guru gratis, tanpa dibayar, tiap hari selama masa jabatannya… :-)

Jer basuki mawa bea. Tidak ada yang gratis, apalagi kalau kita menggunakan hasil karya orang lain. Kasihan, keringat dan pemikiran orang itu, jadi sia-sia… lalu anak istrinya makan apa ? Maksud saya, untuk membangun tangki, ya Anda harus beli dulu semen (jika itu terbuat dari beton) atau beli tong plastik. Anda juga perlu membeli selang untuk penyaluran gas berikut valve (keran)-nya. Saya tidak mampu memberi gratis material seperti itu kepada Anda.

Memang perlu biaya, namun sebaiknya terjangkau, sesuai daya beli kita. Itu adalah kalimat yang bijak. Kalau mau semuanya gratis, ibarat minta ikan, dan tidak mau menerima kail atau jala.

Saya tidak jualan sistem biogas. Saya hanya menyebarkan pengetahuannya, yang saya kumpulkan sedikit demi sedikit, dari kenalan, mau saya terjemahkan beberapa dari web luar negeri.

Rangkuman tabungan artikel itu bisa Anda lihat menyeluruh di :
http://gasbio.wordpress.com/listrikbiogas/ (maaf baru saya update).

Anda sebaiknya membaca yang ini dulu untuk memahami pembuatannya :

http://witart.wordpress.com/2008/10/11/anak-muda-pencipta-reaktor-biogas/

Itu kisah seorang anak muda yang mengumpulkan satu jerigen kotoran sapi yang dicampur air, lalu dia simpan selama satu bulan… Baru kemudian muncul gelembung-gelembung gas-nya. Hati-hati, gas methan penyusun biogas ini beracun dan tidak berbau. Anda harus cermat jangan sampai ada kebocoran, atau jangan sampai lokasi biogas Anda digunakan main oleh anak-anak kecil.

Dari artikel yang saya telusuri dan beberapa saya kumpulkan, biogas sudah dicoba orang dengan kotoran sapi dan limbah (ampas) tahu. Ayam belum saya peroleh artikelnya. Menurut teman, mestinya juga bisa. Bahkan ada yang mulai mencoba kotoran manusia, tapi artikelnya belum menarik menurut saya.

Sementara Pak Asep Wahyudin, sedang mencoba kotoran kerbau (beliau punya dua) dan sedang dia coba dicampur dengan kotoran bebek (beliau belum lapor ke saya perkembangannya). Sudah mulai muncul gelembung-gelembung gas.

http://gasbio.wordpress.com/2008/09/14/oleh-oleh-dari-pelatihan-sistem-biogas/

Saran saya, coba dulu pada ember plastikatau toples tak terpakai yang lebih kecil, yang dapat ditutup rapat. Jangan yang bocor. Isi setengahnya dengan kotoran ayam, dan dicampur air sampai penuh. Tutup rapat selama waktu tertentu. Apakah itu memakan satu bulan, lebih cepat atau lebih lama ? Ya harus dicoba dulu (eksperimen)… :-)

Sementara adik ipar saya akan mencoba untuk mengumpulkan kotoran puyuh, ternaknya. Problemnya dia belum bisa mulai mencoba, karena kotoran yang ada sekarang sudah dipesan orang lain (petani) untuk pupuk. Karena memang dapat untuk menyuburkan tanaman. Mudah-mudahan pada kesempatan berikutnya dia bisa mencoba biogas.

Tulisan yang saya muat di blog ini memang gratis. Memang niat saya untuk menyebarkannya. Tapi tolong jangan menuntut terlalu banyak, karena itu tadi, yah, semua informasi ini tidak tersedia secara instan. Saya mengumpulkannya sedikit demi sedikit. Ada beberapa yang harus dicoba dulu. Perlu waktu dan pengujian serta kesabaran. Jadi ini bukan kumpulan tulisan akibat saya bertapa atau mimpi semalam, lalu tiba-tiba semua tersedia siap saji… :-)

salam,

2. sandikha dwi - November 25, 2008

please gmana cara nya klo mau buat biogas dengan jerigen 2 liter plus komposisi yg lengkap dan gambar juga yach!!!!

makasih sebelumnya

Jangan dibuat susah. Lihat video berikut :

Bahkan dipraktekkan oleh tiga gadis, yang biasanya menjadi konsumen sabun, samphoo dan pasta gigi, tanpa canggung. Skalanya lab, malahan sepertinya pakai toples kue atau botol plastik bekas Aqua 0.5 (setengah) literan. Hasil akhir keluar gas-nya menggunakan balon karet. Satu jam kemudian balon mengembang.

Ini biogas dari kotoran binatang peliharaan :

Yang ini malahan pakai botol-botol kaca yang kecil.

Homemade Biogas Generator #1

Homemade Biogas Generator #2

Yang penting tertutup rapat dari udara, agar bakteri anaerob-nya tidak terkena oksigen. Dan jauhkan biogas Anda dari makanan.

3. Andri - Februari 11, 2009

asslkum…
saya mau bertanya, berapa besar dana yang dibutuhkan untuk membuat digester biogas berbasis kotoran sapi jenis floating drum dengan kapasitas 1800 liter dan gas yang dihasilkan mencapai 2m3 atau setara dengan 1,24 liter minyak tanah..?oy dengan bahan yang digunakan adalah fiberglass…terimakasih

wa alaikum salaammm
Untuk saya ini saya baru sampai tahap mengkoleksi artikel. Jika Anda tertarik lebih lanjut, silahkan mengakses sumber asli dari tulisan, yang selalu saya lampirkan di bagian bawah.

Ini untuk persiapan saya menjelang pensiun nanti, pulang kampung, lalu bikin biogas dengan bahan kotoran yang tersedia… :-)

Sebaiknya Anda jangan berfikir instantlah, belajarlah riset kecil-kecilan.. Karena Obama sendiri tertarik untuk mengembangkan energi – dari rakyat – oleh rakyat – untuk rakyat ini…
:-)

4. M. Nazri Janra - Februari 14, 2009

Terima kasih atas info yang Bapak berikan di dalam blog ini.

Perkenalkan nama saya M. Nazri dari Padang Sumatra Barat. Saat ini saya dengan teman-teman bekerja di program pengembangan masyarakat pegunungan di Sumbar. Biogas memang tidak ada di dalam program kami, tapi saya sangat tertarik untuk mengembangkannya di kawasan tersebut, karena di sana banyak terdapat kerbau peliharaan masyarakat. Juga karena harapan untuk dapat mengurangi tingkat ketergantungan masyarakat pada sumber kayu yang berasal dari hutan. Kami akan mencoba untuk menerapakannya, tentunya dengan mengadakan serangkaian percobaan awal terlebih dahulu. Mudah-mudahan ada hasil yang bisa kami berikan kepada masyarakat. Bapak tidak keberatan kalau berbagi ilmu lebih lanjut?
Terima kasih sekali lagi atas info yang diberikan.

Salam kenal,

Tahun 2006 saya berkesempatan sebentar ke Padang dan Bukit Tinggi, (karena dibiayai tugas… :)… )
Negeri yang indah… Banyak tanaman kayu manis, yang khas, dan jarang saya lihat di Jawa…
Saya berkesempatan menikmati gulai paku, yang saya kenal dari membaca suatu cerpen di koran jaman dulu…

Saya ketika itu mencoba semua warung soto Padang… saya suka makanan itu…
Yang sayangnya … terlewati adalah menikmati teh tarik dan salalauak…. :-) Yah … mudah-mudahan ada kesempatan berikutnya kelak berkunjung kembali ke negeri nan indah itu..

Blog ini saya tabung untuk persiapkan sebagai bank informasi bagi saya, menjelang pensiun nanti… kalau masih diberi kesempatan pulang kampung kelak…

Mari kita sharing berbagi iptek rakyat ini … untuk mengurangi ketergantungan kepada energi yang disediakan oleh para pemodal besar… dengan tetap berfikir positif, dan memberi sumbangan kepada masyarakat sekitar kita…

5. rinaldi - Maret 14, 2009

Assalamualaikum.

Pak salam kenal.
Saya sangat setuju dengan ide Bapak untuk memasyarakat teknologi biogas ini dan juga mengurangi ketergantungan pada minyak bumi dan pemodal besar. Mudah2 an usaha ini berhasil. Salam Merdeka

wa ‘alaikum salam. salam kenal juga. Biogas memang masih perlu banyak penelitian untuk disempurnakan. Karena itu sebaiknya terus mencermati dan mempelajarinya, terutama aspek safetynya. Perlu diteliti, seberapa jauh jarak antara lokasi biogas dengan sumur untuk air minum, mengingat pemrosesnya menggunakan bakteri anaerob.

6. Rizka Rachman - Maret 17, 2009

assalamualaikum bapak..salam kenal.
saya Rachman dari jogjakarta pak..untuk sementara ini saya masih tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi swasta di jgj.saat ini saya sedang mengambil program KKN. Setelah saya browsing dan mendapatkan artikel dari bapak ini saya n teman2 memutuskan untuk menjadikan biogas sebagai salah satu bentuk program KKN kami. Tentu saja dengan harapan mendapatkan bantuan donor dari kampus dan beberapa pihak swasta lain.
yang saya mau tanyakan adlah:
1. apa dengan budget rp.5 juta rupiah sudah mungkin untuk membuat dapur percontohan dengan 2 buah kompor biogas dan sebuah lampu pijar dengan tenaga biogas?
2. apa mungkin jika nanti kami mendapatkan bantuan dana dan akan menjalankan program biogas ini bapak menjadi pembicara untuk kami? atau mungkin jika tidak apa bapak tau seseorang yang berdomisili di jogja yang berkompeten dan tentunya tidak berwatak komersil…hehehe..

untuk saat ini hanya 2 hal tersebut yang ingin saya tanyakan..mohon bantuan dari bapak..kalau memang bapak sempat mohon menyampaikannya juga informasi yang ingin bapak beri ke email saya. simplicity75@gmail.com

mohon maaf jika saya terlalu banyak nannya n terlalu banyak mau..

Thank you, and iam waiting forward from u sir..

wasalam..
Rachman

Wah… anggaran segitu sudah cukup banyak. Apalagi (mungkin) harga bahannya di Jogya bisa lebih murah dari harga di Bandung. Kalau harga murah itu yang membuat Pak Asep Wahyudin (coba cari di bagian lain dari koleksi artikel di blog ini, beliau bisa bikin kira-kira 3 units malah dengan anggaran segitu. Mudah-mudahan beliau tidak terkena virus Madoff atau Richard Fud (Lehman Bros)). Coba hubungi beliau, emailnya saya cantumkan. Kalau nggak salah artikelnya yang ini :

http://gasbio.wordpress.com/2008/09/14/oleh-oleh-dari-pelatihan-sistem-biogas/

Beliau sudah membuat sendiri di rumah beliau di Tanjung sari, utara arah Cirebon dari posisi Bandung. Bahkan beliau sudah pernah dapat pesanan dari Pertamina, 20 units dan sudah dipasang di daerah Pengalengan. Ketika saya tanya berapa untungnya… beliau cuma senyum-senyum. Artinya beliau jadi kayaraya…. he.. he..

Kalau nggak salah bahan digesternya dari plastik dengan ketebalan tertentu (saya lupa, tapi beliau sudah menyebutkannya). Kemudian untuk koneksi saluran gas ke kompor sebaiknya pakai pipa pralon, jangan menggunakan selang, kurang bagus. Digester kantong plastik tersebut diletakkan di lubang di tanah. Sebaiknya agak jauh dari sumur sumber air, supaya kalau terjadi kebocoran, sumurnya tidak terkontaminasi.

Anda kalau kontak lansung Pak Asep, insya Allah akan dijawab. Orangnya baik, kok. Hanya sekarang sepertinya beliau lagi manyun ke saya, karena soal ujian paska dari saya tanggal 14 Maret kemaren, agaknya berhasil membuat otak beliau keriting… he.. he..

7. Rizka Rachman - Maret 18, 2009

waah,thanks informasinya pak..akan saya coba hubungi beliau..
n nanti insyallah kalo program ini jadi kami laksanakan akan saya bagi2 infonya di blog bapak..kali2 ada mahasiswa yang butuh untuk program kknnya..

8. ridwan - Maret 30, 2009

assalamualaikum…salam kenal pak,
yang ingin sya tanyakan apakah limbah cair dri pbrik tahu dapat dijadikan biogas?krena sya lg skripsi tentang tersbut..sya membuat dengan menggunakan jerigen 35 lter…kira2 brapa hari yang sya btuhkan agar biogasnya terbentuk?dan kira2 brapa jmlah yang dihasilkannya?
terima kasih

salam kenal kembali.
Saya belum mencoba sendiri membuat bio digester dengan ampas tahu. Namun beberapa artikel menyebutkan, untuk pertama kali, sebaiknya dicampur dulu dengan kotoran hewan, sumber bakteri anaerobnya, biar cepat menghasilkan methana.

wa ‘alaikum ssalaaam…

9. Sukoco - Juni 14, 2009

Pak, untuk kompornya apa ada spesifikasi khusus? Saya coba pake kompor gas biasa yang ada dipasaran kok apinya ndak mau keluar. Tapi ketika menggunakan kompor handmade yang sangat sederhana, apinya malah bisa menyala. Terimakasih.

Loh, Anda kan sudah memperoleh solusinya. Kenapa masih kurang pe-dhe ?

Dengan kompor yang ada di pasaran, kemungkinan desainnya memang untuk menerima masukan gas dengan tekanan yang lebih kuat dari tabung,

Sementara dengan kompor hand-made Anda, bukankah itu akan menjadi peluang bisnis untuk Anda ? Selamat.. Jangan lupa, teknologi itu bukan dogma… tapi disediakan untuk membantu manusia…

10. Indra Jatmiko - Juni 23, 2009

Assalamualaikum.
Bapak pemateri yang terhormat, saya pernah bereksperimen membuat bioagas dr kotoran puyuh. waktu itu saya masukkan kotoran puyuh dicampur air ke dalam botol air mineral 1.5 Ltr kemudian saya tutup dengan kantong plastik. selang 2-3 hari kantung plastik yang semula kempes menjadi menggelembung. saya kira itu adalh gas methannya. kemudian saya sulut dgn api kantong plastik tersebut. saya berharap akan ada api atau ledakan kecil kecil. ternyata gak ada sama sekali.

pertanyaan saya:
1. Apa mungkin gas yang terbentuk kurang cukup tekanannya shg tidak menyala ketika disulut?

Anda benar. Tekanan biasanya kurang, lagi pula gas-nya masih tercampur dengan CO2.

2. Atau mungkin belum cukup hari shg tdk ada gas methannya shg gas yang terbentuk hanyaCO2?

Lihat jawaban 1.

3. Komposisi gas yang terbentuk dr reaktor biogas itu apa saja?

Yang dominan biasanya NH3, jika bahan Carbon yang dibusukkan kurang.

4. Kandungan kotoran puyuh itu apa saja?

Maaf, saya belum explore ini. Jika dilihat dari pakannya, biasanya kotoran puyuh kekurangan Carbon. Karena itu bisa ditambahkan daun-daun-an.

5. Mohon saran agar dapat memanfaatkan kot puyuh menjadi biogas!

Lihat jawaban 4. Tambahan ranting atau sampah dedaunan. Anda juga bisa menambahkan sisa makanan dari rumah tangga. Ambil yang organik.

Terima kasih banyak atas bimbingannya.

11. agung laharsono - Juni 24, 2009

Assalamualikum……salam kenal pak,
yang ingin saya tanyakan dimana saya bisa dapatkan tenaga ahli bio gas kotoran sapi yang bersertifikat.terima kasih.

Tenaga ahli biasanya yang mempraktekkan adalah teman-teman dari Fakultas Pertanian. Sementara yang mengetahui analisis gas-nya, bisa Anda tanyakan kepada teman-teman jurusan Kimia atau Teknik Kimia.

12. thoha - Juni 27, 2009

tanya:
bgaimana cara membuat digester yg berasal dari kotoran puyuh??apa sama dengan cara membuatnya dgn kotoran sapi??maksudnya komposisinya kalau kita mbuat dengan kotoran puyuh??apa ada bahan tambahan lain??

Prinsip konstruksi digesternya sama. Hanya bahan baku-nya tambahkan bahan yang mengandung Carbon, seperti dedaunan atau ranting.

13. Aan - Agustus 18, 2009

Kayaknya menarik banget bwat dicoba nih,,,
Perkenalkan prof, saya Aan dari magetan. ditempat saya ada kelompok tani dan peternak, tapi SDM kami masih butuh binaan dari para ahli seperti Bpk. Prof. Djoko. Masalah biogas saya sudah dengar cukup lama tapi secara detailnya saya belum paham terutama untuk pembuatan instalasi / digesternya untuk yang permanen/COR?
Misalkan :
Saya punya sapi 10 ekor, berapa UKURAN DAN MODEL INSTALASI yang permanen yang harus saya buat? dan dengan ukuran segitu, berapa besar gas yang dihasilkan / mampu menyala berapa jam?

Saya tunggu informasinya prof, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kami. Trims,

1 ekor sapi cukup untuk empat jam gas untuk mensupply kompor gas.

10 ekor sapi, cukup untuk bahan bakar generator gas sebesar 800 watt. Sayang, saya belum dapat infonya berapa lama.

Konstruksi biogas, silahkan explore pada tulisan blog ini, SERTA LINK-LINK yang saya gunakan sebagai rujukan.

14. arif priyono - Oktober 1, 2009

sy ada panti asuhan dg ternak 2 ekor sapi di gresik ja-tim.kami mohon info cara pembuatan reaktor dari tempat pembelian alat sampai pengoperasian.kami bisa dihubungi di: arif_pryono@yahoo.com.sms ke 08122557729/081556682489.trims

15. elisa kaban - November 17, 2009

reaktor plastik biogas nya d beli d mn y ??

16. m.ridwan - Juni 23, 2010

assalamualaikum wr,wb
pak mohon maaf saya ingin bertanya bagai mana cara untuk mendapatkan bakteri anaerob dari rumen ?,karena saya belum mengerti mengenai produk2 yg menjual baakteri semacam itu,he,,,hehe (msh newbie) mohn d jawab .trimakasih,wassalamualaiqum.wr.wb ^^

17. rayendra - Juli 29, 2010

saya juga ingin sharing dengan pengalaman saya…. saya rayendra anandika. mahasiswa UGM….telah membuat sebuah KAMPUNG BIOGAS. di daerah selo boyolali . disana kami sudah membuat 17 unit biogas dari kotoran sapi. bersama dengan warga kami membuat perusahaan mandiri milik warga yang menerima pembuatan biogas sekaligus pelatihan biogas dengan harga terjangkau….untuk pembangunan biogas kami mematok biaya 1.500.000 untuk satu unit biogas….belum termasuk transportasi. dan pelatihan biogas bisa dikompromikan kemudian. alhamdulillah ….17 unit biogas yang telah dibangun di daerah selo tersebut mampu dibangun dengan dana yang sangat terjangkau. untuk berdiskusi bisa hubungi saya di akhi.rayen@gmail.com terima kasih….salam semangat kemajuan masyarakat indonesia!

18. izur - Agustus 17, 2010

Reaktor biogas seberapa besar untuk menghasilkan produksi bio gas yg dibutuhkan setara50 liter minyaK tanah perhari ? thx

19. rana - Maret 31, 2011

salam kenal dan salam hormat prof,

saya hanya seoramg pemula, hanya aja saya sgt tertarik dg sesuatu yg sifatnya penghematan, berkenaan dgn masalah low pressure dr bio gas apakah bisa kita tambahi tekanan udaranya secara eksternal dg pompa udara?

20. ivan - Desember 4, 2011

Mohon informasi mengenai tempat penjualan, harga dan potensi kerjasama pengadaan reaktor biogasskala rumah tangga.

Thanks,
ivan
085254285542
Timika-papua

coba kontak Pak Asep Wahyudin, Tanjungsari, Bandung. email: asepyudin@yahoo.com, hp:0812-2250-189

21. AS - Mei 26, 2012

Gas Methan biogas ini apa bisa meledak ya?

Anda benar, karena itu perlu ada valve pengamannya.

22. satria fakir - Desember 18, 2012

Salam kenal Pak…sy satria seorang guru SD yang tinggal di daerah yang dipenuhi dengan tanaman bawang merah alias kabupaten Brebes. Setelah membaca artikel Bapak, saya sangat terkesan dan menimbulkan minat saya untuk mencoba membuat biogas dengan bahan baku dari daun bawang. Klo Bpk berkenan memberi saya rahan, kira-kira langkah awal apa yang hrs sy tempuh? Apa pernah ada yang mencobakan dengan dengan daun bawah? Klo pernah ada, barangkali Bpk punya referansinya, tolong sy kirimi mungkin lengkap dg reaktor sederhana dan cara pengoperasinya? trim


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: