jump to navigation

reaktor biogas skala rumah tangga September 20, 2008

Posted by witart in deptan.
Tags: , ,
22 comments

Reaktor Biogas Skala Rumah Tangga (versi tim Deptan)

SPESIFIKASI TEKNIS

1. Volume reaktor (plastik) : 4.000 liter
2. Vol penampung gas (plastik) : 2.500 liter
3. Kompor Biogas : 1 buah
4. Drum pengaduk bahan : 1 buah
5. Pengaman gas : 1 buah
6. Selang saluran gas : + 10 m
7. Kebutuhan bahan baku : kotoran ternak dari 2-3 ekor sapi/ kerbau, atau 6 ekor babi.
8. Biogas yang dihasilkan : 4 m3 per hari (setara dengan 2,5 liter minyak tanah).


Gambar Instalasi Reaktor Biogas Skala Rumah Tangga

PERSIAPAN PEMASANGAN REAKTOR BIOGAS

  1. Pembuatan lubang reaktor, panjang = 4 m, lebar = 1,1 m, dalam = 1,2 m.
  2. Pembuatan meja tabung plastik penampung gas : (diameter 1,2 m) panjang = 3 m, lebar =1,2m
  3. Kotoran sapi (fases) awal sebanyak 100 karung kantong semen atau karung seukurannya (100 kantong semen = 2000 lt). Persiapan awal ini untuk mempercepat produksi gas yang siap untuk digunakan (dinyalakan).
  4. Drum untuk tempat pencampuran kotoran (fases) dengan air (1:1) ; 1 buah (200 liter)
  5. Karung untuk tempat sisa kotoran dari proses produksi biogas
  6. Kayu atau bambu untuk pagar, supaya reaktor aman dari gangguan ternak atau lainnya.
  7. Terpal dan bahan lainnya untuk atap reaktor supaya terhindar dari hujan atau material yang jatuh dari atas.
CARA PENGOPERASIAN REAKTOR BIOGAS SKALA RUMAH TANGGA

  1. Buat campuran kotoran ternak dan air dengan perbandingan 1 : 1 (bahan biogas)
  2. Masukkan bahan biogas ke dalam reaktor melalui tempat pengisian sebanyak 2000 liter, selanjutnya akan berlangsung proses produksi biogas di dalam reaktor.
  3. Setelah kurang lebih 10 hari reaktor biogas dan penampung biogas akan terlihat mengembung dan mengeras karena adanya biogas yang dihasilkan. Biogas sudah dapat digunakan sebagai bahan bakar, kompor biogas dapat dioperasikan.
  4. Sekali-sekali reaktor biogas digoyangkan supaya terjadi penguraian yang sempurna dan gas yang terbentuk di bagian bawah naik ke atas, lakukan juga pada setiap pengisian reaktor.
  5. Pengisian bahan biogas selanjutnya dapat dilakukan setiap hari, yaitu sebanyak + 40 liter setiap pagi dan sore hari. Sisa pengolahan bahan biogas berupa sludge (lumpur) secara otomatis akan keluar dari reaktor setiap kali dilakukan pengisian bahan biogas. Sisa hasil pengolahan bahan biogas tersebut dapat digunakan langsung sebagai pupuk organik, baik dalam keadaan basah maupun kering.
CARA PENGOPERASIAN KOMPOR BIOGAS

  1. Buka sedikit kran gas yang ada pada kompor (memutar ke sebelah kiri)
  2. Nyalakan korek api dan sulut tepat diatas tungku kompor.
  3. Apabila menginginkan api yang lebih besar, kran gas dapat dibuka lebih besar lagi, demikian pula sebaliknya. Api dapat disetel sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita.
PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN REAKTOR BIOGAS

  1. Hindarkan reaktor dari gangguan anak-anak, tangan jahil, ataupun dari ternak yang dapat merusak reaktor dengan cara memagar dan memberi atap supaya air tidak dapat masuk ke dalam galian reaktor.
  2. Isilah selalu pengaman gas dengan air sampai penuh. Jangan biarkan sampai kosong karena gas yang dihasilkan akan terbuang melalui pengaman gas.
  3. Apabila reaktor tampak mengencang karena adanya gas tetapi gas tidak mengisi penampung gas, maka luruskan selang dari pengaman gas sampai reaktor, karena uap air yang ada di dalam selang dapat menghambat gas mengalir ke penampung gas. Lakukan hal tersebut sebagai pengecekan rutin.
  4. Cegah air masuk ke dalam reaktor dengan menutup tempat pengisian disaat tidak ada pengisian reaktor.
  5. Berikan pemberat di atas penampung gas (misalnya dengan karung-karung bekas) supaya mendapatkan tekanan di saat pemakaian.
  6. Bersihkan kompor dari kotoran saat memasak ataupun minyak yang menempel.
Keunggulan Reaktor Biogas Skala Rumah Tangga

  • Konstruksi sederhana, mudah dan cepat pemasangannya (tidak sampai 1 hari).
  • Harga terjangkau, sekitar Rp 2,5 juta sudah termasuk pemasangan dan satu unit kompor biogas.
  • Awet, menggunakan material plastik khusus sehingga tahan hingga 6 tahun.
  • Mudah dalam perawatan dan penggunaan.
  • Produksi gas setara dengan 2,5 liter minyak tanah/hari, lebih dari cukup untuk dijadikan bahan bakar memasak.
  • Menghasilkan kompos (pupuk organik) yang sangat bagus kualitasnya dan dapat langsung digunakan pada lahan/usaha budidaya pertanian.
TIM PENYUSUN

Pengarah :
• Prof. Dr. Ir. Djoko Said Damardjati, MS
( Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian )

Editor :
• Dr. Ir. Nyoman Oka Tridjaja, M.Appl, Sc
(Direktur Pengolahan Hasil Pertanian-Ditjen PPHP)

Penulis :
• Jamil Musanif (Ditjen PPHP Deptan)
• Wildan A. Ardisasmita (PT. Mulya Tiara Nusa)
• David Manariur Nababan (PT. Mulya Tiara Nusa)

sumber :
Dit.Pengolahan Hasil Pertanian,Ditjen PPHP – Deptan
lengkapnya ada di dokumen : bk ok.pdf

sumber lain:
o. Simon Knowles, The Design and Theory of a Basic Anaerobic Digester
– dokumen : skproj.pdf
o. http://www.adelaide.edu.au/biogas/poly_digester/sizing.html
– dokumen : images.pdf

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.