jump to navigation

pupuk organik belum banyak dimanfaatkan November 29, 2008

Posted by witart in pertanian.
Tags: , , ,
trackback

Katanya pupuk langka. Bahkan petani sampai-sampai menyerbu gudang pupuk. Sementara itu ada potensi pupuk dari bahan yang lebih murah, dari digester biogas. Kenapa tidak dimanfaatkan ?

Penyerapan Pupuk Organik Baru 19 Persen
Media Indonesia : Kamis, 27 2008 19:02 WIB

JAKARTA–MI: Departemen Pertanian mengungkapkan hingga saat ini penyerapan pupuk organik oleh petani baru sebesar 19 persen dari total volume yang dialokasikan untuk tahun 2008 sebanyak 345 ribu ton atau 50.247 ton.

Menteri Pertanian Anton Apriyantono di Jakarta, Kamis (27/11) mengatakan penggunaan pupuk organik sebenarnya mampu menekan tingkat pemakaian pupuk urea pada tanaman pangan. “Namun rupanya pupuk organik ini belum begitu familiar bagi petani sehingga mereka lebih memilih pupuk urea,” katanya.

Dia mengakui pola penggunaan pupuk oleh petani tidak mudah untuk digeser pada yang baru sehingga mereka masih menggunakan urea sebagai pupuk utama. Karena itu, tambahnya, pemerintah akan mendorong petani untuk meningkatkan pemakaian pupuk organik sebagai salah satu upaya mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi saat ini.

Sementara itu hingga bulan Oktober realisasi penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2008 untuk jenis urea mencapai 3,45 juta ton atau 73,80 persen dari rencana penyaluran tahun ini sebanyak 4,50 juta ton. Sedangkan dari rencana penyaluran pupuk jenis SP-36 dan Superphos sebanyak 800 ribu ton selama 2008 hingga Oktober lalu baru terealisasi 508.169 ton (63,52 persen). Realisasi penyaluran pupuk ZA, tambahnya, dari rencana 800 ribu ton setahun baru tercapai 620.747 ton (77,59 persen) sedangkan untuk NPK sebesar 753.718 ton dari rencana 900 ribu ton.

Dirjen Tanaman Pangan Sutarto Alimoeso menyatakan, saat ini terjadi kencederungan penggunaan pupuk kimia yang berlebihan di kalangan petani bahkan melebihi tingkat yang direkomendasikan pemerintah. Untuk pupuk urea, tambahnya, sebenarnya yang ideal sekitar 200kg-250 kg per hektare, namun ada yang menggunakannya hingga 1 ton per hektare.

Selain penggunaan yang berlebihan, menurut dia, sejumlah faktor yang mengakibatkan kelangkaan pupuk yakni tingginya disparitas atau selisih harga antara pupuk bersubsidi dengan non subsidi. “Hal itu mendorong munculnya penyelewengan pupuk bersubsidi di jual untuk sektor yang tidak mendapatkan subsidi,” katanya.

Beberapa langkah yang akan dilakukan untuk pengamanan penyedian pupuk bersubsidi diantaranya penarikan alokasi Desember untuk kebutuhan November bahkan jika diperlukan kebutuhan Januari di tarik ke bukan Desember serta memperketat pengawasan. (Ant/OL-06)

sumber : mediaIndonesia

Petani Serbu Gudang Pupuk
Urea Bersubsidi Ditemukan di Gudang Pengusaha Aceh Tenggara
MediaIndonesia : Sabtu, 29 November 2008 | 03:00 WIB

Probolinggo, Kompas – Sekitar 1.000 petani menyerbu gudang pupuk milik PT Pupuk Kaltim di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (28/11). Mereka lalu menurunkan pupuk urea dari dua truk. Hal itu dilakukan petani karena mereka tidak sabar lagi mendapatkan urea yang terus-menerus langka.

Sekitar pukul 08.00, massa yang terdiri atas laki-laki dan perempuan mulai berdatangan ke kompleks gudang PT Pupuk Kaltim. PT Pupuk Kaltim adalah produsen pemasok urea untuk sebagian Jatim, antara lain Kabupaten Probolinggo.

Awalnya, petani bertanya kepada pengawas gudang, mengapa pupuk langka di desa-desa, sedangkan stok di gudang tampak melimpah. Tidak puas dengan jawaban pengawas, warga lalu serentak menurunkan pupuk dari dua truk. Di halaman gudang itu terdapat 16 bak truk yang terisi penuh pupuk. Menurut pengawas, truk-truk itu baru datang Kamis malam dan sedianya akan dibongkar serta dimasukkan ke dalam gudang, Jumat.

Pupuk urea yang telah diturunkan lalu diduduki petani. Sejumlah polisi berdatangan mengamankan pupuk. Polisi juga berjaga-jaga di pintu gerbang guna mengantisipasi petani yang bermaksud membawa urea. Sebetulnya petani berharap pupuk itu bisa langsung dibeli dan dibawa pulang. Namun, keinginan itu tidak bisa dipenuhi pengawas.

”Kami datang ke gudang tidak untuk menjarah. Kami datang untuk membeli pupuk urea yang kosong di desa kami. Jagung sudah terlambat dipupuk. Kalau dibiarkan, pasti mati atau hasilnya buruk,” kata Andre (30), warga.

Camat Tongas Supriyadi dan Sales Representative PT Pupuk Kaltim Probolinggo-Lumajang, Rachmansyah, menemui perwakilan warga di kantor pengawas. Dari pembicaraan ketiga pihak itu, akhirnya disepakati PT Pupuk Kaltim mendistribusikan tambahan pupuk urea bersubsidi sebanyak 50 ton ke 14 desa di Tongas atau 3,57 ton per desa pada Jumat kemarin.

Ditimbun di gudang

Petani menurunkan pupuk urea bersubsidi dari truk di halaman
gudang penyangga pupuk milik PT Pupuk Kaltim di Kecamatan
Tongas, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (28/11).
Petani tidak sabar dengan kelangkaan pupuk yang terus
berlarut-larut.

Di Kabupaten Magetan, petani di Desa Gunungan, Kartoharjo, Jumat, dipaksa membeli paket urea satu zak dan pupuk organik biomass satu zak. Padahal, petani tidak membutuhkan biomass.

Kepolisian Resor Tegal, Jawa Tengah, kemarin menyita sekitar 12 ton pupuk urea dari pengecer tidak resmi.

Di Nanggroe Aceh Darussalam, tim pengawas pupuk bentukan DPRD Aceh Tenggara menemukan urea bersubsidi di gudang milik pengusaha di daerah itu. Sementara itu, Polsek Jambo Aye menggagalkan upaya penjualan urea bersubsidi ke Sumut. Menurut Wakil Ketua DPRD Aceh Tenggara M Salim Fakhry, timbunan urea bersubsidi itu ditemukan di Desa Lawe Tua, Lawe Sigala-gala. (las/apa/wie/mhd)

sumber : kompasCetak

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

witart di reaktor biogas skala rumah…
Mudji di reaktor biogas skala rumah…
Mudji di reaktor biogas skala rumah…
maesaroh di reaktor biogas skala rumah…
fadlan di reaktor biogas skala rumah…
  • Arsip