jump to navigation

pasokan Elpiji terputus Desember 10, 2008

Posted by witart in Uncategorized.
Tags: ,
trackback

Tematik : Elpiji

Kilang Mengalami Gangguan dan Lalu Lintas Kapal Terhalang Cuaca
Rabu, 10 Desember 2008 | 03:00 WIB

Agus, seorang karyawan di toko yang menjual
gas 3 kilogram di Kampung Pluis, Kebayoran Lama,
Jakarta Selatan, Selasa (9/12). Sudah seminggu gas
3 kg habis dan belum juga dikirim dari agen.
Normalnya dalam seminggu terjadi tiga kali pengiriman
di pangkalan tersebut.

Jakarta, Kompas – Pasokan elpiji selama sepekan terakhir tersendat. Rata-rata setiap agen gas di Jakarta dan Bogor hanya mendapat separuh jatah pasokan normal dari Pertamina. Bahkan, pasokan gas ke beberapa agen sempat terputus.

”Gas ukuran 3 kilogram dan 12 kilogram langka sejak hampir seminggu lalu. Biasanya dua mobil membawa masing-masing 450 tabung ukuran 3 kilogram gas dari Pertamina setiap hari memasok ke toko ini. Namun, sudah dua hari ini hanya satu mobil pembawa gas saja yang datang,” kata Dajang (43), pegawai di Toko Agus, Jalan Balikpapan I, Jakarta Pusat, Selasa (9/12).

Reza Reinaldi (26), pemilik pangkalan gas di Kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, menambahkan, pangkalan gas miliknya sejak pekan lalu sama sekali tidak dikunjungi mobil pemasok dari Pertamina. Padahal, dalam satu hari, Reza bisa menjual 30-40 tabung kepada masyarakat sekitarnya.

Kesulitan mendapatkan gas juga dirasakan para agen atau pengecer di Bogor dan Depok di Jawa Barat, serta di Serang, Banten, dan beberapa daerah lain di Pulau Jawa, seperti di Semarang.

Tidak ada stok

Berdasarkan pantauan, Selasa, sejumlah agen gas di Serang sudah tak menyimpan persediaan elpiji kemasan 3 kilogram. Salah satunya PT Mulus Tulus, yang terpaksa memasang papan pengumuman ”Elpiji Habis” di pintu masuk agen.

Para pegawai menuturkan, persediaan elpiji kemasan 12 kg baru saja habis pada pukul 10.00. Stok elpiji kemasan 3 kg sudah habis sejak Sabtu lalu.

Kondisi serupa dialami agen elpiji PT Sinar Andaru. Persediaan elpiji di agen tersebut habis sehingga pasokan ke seluruh wilayah di Pandeglang, Lebak, dan Serang terganggu. Begitu pula PT Sanja Putra Lestari, agen khusus elpiji kemasan 3 kg di bilangan Ciracas, Kota Serang, yang juga kehabisan stok elpiji sejak hari Sabtu lalu.

Dudi, salah seorang sopir PT Sanja Putra Lestari, menuturkan, ia sudah mengantre di stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE) sejak Sabtu sore. Namun, hingga kemarin, ia belum juga mendapat giliran mengisi tabung elpiji.

Dudi terpaksa meninggalkan truk yang dikendarainya di SPBE untuk mengirit biaya makan. ”Tiap hari ditengok pakai motor. Kemungkinan Kamis baru dapat,” katanya.

Kilang rusak

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Banten Rahmat Halim mengatakan, kelangkaan itu terjadi karena tersendatnya pasokan elpiji dari Jakarta ke SPBE Bojonegara. ”Sudah dua minggu telat mengirim dari Jakarta. Malah pernah putus pada 28-29 November lalu,” katanya.

Rahmat memperkirakan pasokan elpiji akan kembali normal dalam 4-5 hari ke depan.

Kondisi kelangkaan juga terjadi di Depok, Jawa Barat.

”Elpiji makin langka karena SPBG di Sawangan sejak Senin tidak beroperasi. Selain karena libur Idul Adha, pasokannya juga tersendat. Mungkin baru Rabu ada pasokan lagi,” kata Ketua Hiswana Migas Kota Depok Yahman Setiawan.

Menurut Yahman yang juga agen pemilik pangkalan elpiji di Depok, dari sekitar 2.000 tabung elpiji 3 kilogram yang dititipkan para pengecer di pangkalan miliknya sejak sebelum hari libur Idul Adha, baru sekitar 700 tabung yang sudah bisa diisi ulang. Sekitar 1.300 tabung tersisa akan dikirimkan kembali kepada pemiliknya karena pasokan dari Pertamina masih tersendat.

Kelangkaan elpiji, menurut informasi yang diterima Yahman, disebabkan terjadinya kerusakan pada mesin timbangan pengisian gas di stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPPBE) di Eretan, Indramayu, Jawa Barat, sejak Kamis dua pekan lalu. Kerusakan inilah yang mengakibatkan tersendatnya pasokan elpiji ke SPBG di Sawangan yang merupakan satu-satunya SPBG di wilayah Kota Depok.

Ketua Umum Hiswana Migas Muhammad Nuradib membenarkan bahwa kelangkaan elpiji disebabkan adanya kerusakan kilang Pertamina, yaitu Kilang Balongan di Indramayu, dan di Cilacap, Jawa Tengah. ”Namun, Senin malam lalu, Pertamina sudah mendapatkan pasokan 10.000 ton gas impor dan mulai didistribusikan di Jabodetabek hingga Jawa Tengah, yaitu ke Semarang,” kata Nuradib.

Kerusakan kilang

Kekosongan stok elpiji di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, disebabkan produksi elpiji dari kilang Cilacap dan kilang Balongan berhenti. Kilang Balongan di Indramayu sedang menjalani perawatan rutin selama dua minggu.

Kekurangan pasokan bertambah parah karena pekan lalu kilang Cilacap tiba-tiba mengalami gangguan pada unit residue catalic cracking. Namun, Direktur Pengolahan PT Pertamina Rukmi Hadihartini, Selasa, mengatakan, operasional kilang Cilacap sudah normal sejak kemarin.

Normalnya, kilang Balongan menghasilkan 1.200 ton elpiji yang disalurkan untuk wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta masing-masing 350 ton dan 650 ton dan Jawa Tengah 200 ton.

Sementara itu, menurut Anang R Noor, juru bicara (Vice President Corporate Communications) PT Pertamina (Persero), terkendalanya distribusi pasokan elipiji disebabkan lalu lintas kapal bermuatan gas dari beberapa kilang Pertamina di Indonesia ataupun impor dari Singapura ke Tanjung Priok terhambat.

Sesuai data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, sepekan terakhir gelombang laut setinggi 1,25-4 meter terjadi di semua perairan Indonesia.

Direktur Niaga dan Pemasaran PT Pertamina Achmad Faisal menjanjikan pasokan elpiji ke masyarakat segera pulih. Kapal yang membawa elpiji impor sebanyak 40.000 ton dijadwalkan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa sore. Jumlah itu cukup untuk stok elpiji seluruh Jawa selama enam hari.(NEL/NTA/MUK/DOT)

sumber : kompasCetak

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: